Senin, Maret 29, 2010

apa kata dunia

Pertama kali denger itu tuh pas liat film Naga Bonar 'jadi' 2. Pas adegan si Bonaga (Tora Sudiro) mengomentari temennya yang konsultan pajak berusaha buat menekan pembayaran pajak dari perusahaan si Bonaga..Kadang aku berpikir, sebenarnya apa si fungsi dari seorang konsultan pajak? Apakah memang untuk 'mengakali' perhitungan pajak dalam pendapatan dan pengeluaran, sehingga bisa 'mengecilkan' pembayaran kewajiban pajak yang seharusnya? Apa bedanya hal tersebut dengan manipulasi? Okelah, mungkin apa yang dilakukan konsultan pajak tidak bertentangan dengan hukum...tidak ada hukum yang dilanggar sehingga secara kontekstual di hadapan hukum tidak ada yang dirugikan.
Tapi kalo kita melihatnya dari hakekat benar - salah, dari awal niat orang yang seperti itu udah pasti biar dia bisa sekecil mungkin bayar pajaknya. Artinya dia tau kalo 'kewajiban' yang dia bayarkan seharusnya lebih besar. Dia tau kalo dia gk melakukan 'konsultasi pajak' itu, dia akan rugi karena keuntungan dia berkurang untuk bayar kewajiban pajak yang seharusnya. Nah, apakah perbuatan 'tidak melanggar hukum' yang dari awal dilandasi niat seperti itu bisa dibilang benar???

Gak sedikit kok perilaku seperti itu ada di masyarakat kita. Kenapa? Ya jelas karena gak mau 'rugi'... karena kita masih menganggap membayar pajak adalah 'pemborosan' yang 'sia-sia'... gak ada manfaatnya, paling juga dikorupsi...dan sejuta alasan laen...Siapa yang salah? hmm susah jawab pertanyan kayak gini...karena klo diurut2 semua bakal kena salahnya. Masyarakat yang masih belum sadar pajak & masih memikirkan keuntunagn pribadi semata juga salah... Negara yang masih belum mampu mempertanggungjawabkan hasil pembayaran pajak warga negaranya dengan baik juga salah... Hasilnya? ketidakpercayaan dan apatisme masyarakat terhadap pengelolaan uang pajak oleh negara. Sampai kapan? Tanyakan ajah itu pada rumput yang bergoyang...hehehehe

Hari ini aku nyoba jadi warga negara yang baek. Dateng ke KPP (kantor pelayanan pajak) di daerah aku tinggal, trus ngasikan SPT Tahunan Pajak. Neeh buktinya... :p

Rameee bangeet... Hmm ternyata warga sini taat pajak jugaa. bahkan ada yang baru daftar NPWP bulan kemaren, saking semangatnya mungkin, langsung nyerahin SPT tahunan... saluut pakdee... :p

Cuman, apa ya...ngerasa pelayanannya agak semrawuut ajah. Gak terlihat petunjuk prosedur penyerahan SPT. Gak ditemukan tempelan keterangan meja ato fungsi tiap loket. Gak terlihat petugas yang dengan cepat tanggap mengarahkan wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya. Gak ada pengaturan antrian pelayanan. Alhasil semuanya pada ngumpulin berkasnya ke loket2 yang gak tau tuuh loket apaan... ya emang akhirnya selesai si selesai, cuman aku kok selesainya lebih lambat dari beberapa orang yang datangnya belakangan dari aku...hiks2... (Hal ini beda jauh dengan pelayanan Samsat pas aku bayar pajak motor minggu lalu... saluut & jempol deeh ma Samsat sekarang... :thumbup:)


Yang jelas ada kebiasaan lucu kalo menjelang tgl 31 Maret gini...pas batas waktu penyerahan SPT Tahunan Pajak. Aku banyak nemuin orang2 'kaya' yang latah ngaku2 'miskin'...banyak harta2 yang gak bertuan karena gak ada yang ngakuin. Bilang gak punya harta lah...bilang hartanya bukan atas nama dirinya lah...bilang ntu semua dia dapatkan sebelum punya NPWP lah... Yang inti sebenernya cuma satu, takut di-pajak-i lagi...(yang bener ajah gitu looh). Yaa kalo emang gak mau ngakuin, kasikan ajah ke saya, siap menampung dengan ati ikhlas kook...hehehehe.
Apapun fenomenanya...pajak..."Itu kewajiban kita"... dan kalo gak bayar pajak..."Apa kata dunia?"

1 komentar:

simplycious mengatakan...

awas lo dikorupsi gayus tambunan, dkk.. :p